Jadi MC Itu Ternyata Tidak Gampang

Jadi MC Itu Ternyata Tidak Gampang

Tulisan ini merupakan tulisan yang aku pindah dari website www.stephanuschristiono.com

Akhir pekan lalu (25/3/2017) aku mendapatkan pengalaman baru.. Ya, pengalaman untuk menjadi seorang MC alias Master Ceremony atau Pembawa Acara.. Gaya banget kan?? Jarang-jarang aku bisa pegang microphone lama sambil ngoceh-ngoceh kaya burung.. wkwk..

Ya, kali ini aku mau cerita tentang pengalaman waktu kemarin jadi MC. Jangan diketawain ya.. karena jujur, jadi MC itu ga mudah.

***

Awal Cerita

Sekitar bulan Januari 2017 (aku agak lupa tanggalnya) kami, para pengurus Ikatan Karyawan/Karyawati Sanata Dharma berkumpul untuk mendiskusikan rencana Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun 2016.

Jadi MC itu gak gampang

Rapat Anggota Tahunan IKIS 2017

Elah dalah.. ketika merencanakan RAT, ternyata tiba-tiba nama aku muncul di bagian Seksi Acara/MC.. (duar.. opoh iki). Kalau acaranya itu santai, aku juga bisa santai ma tenang.. Tapi RAT itu menurut aku salah satu acara yang kaku dan semi resmi. Terus piye nek gitu??

Seakan tidak menolak, namun juga tidak yakin.. Akhirnya aku cuma bisa terdiam.. #nyerah

Jelang Acara

Semakin sering rapat, biasanya semakin menandakan acara semakin dekat.. Marai makin males.. soale ora yakin iso jadi MC.. wkwk

Di saat bingung, aku inget temen yang notabene blogger yang namanya Elizabeth Elza. Selain sibuk jadi Pekerja Teks Komersial, ternyata dia seorang MC lho.. Hehe..

Sempet aku mau tanya-tanya dia, tapi malah nemu artikelnya yang berjudul “Cara Mudah Jadi MC Bagi Pemula“. Nah dari artikel yang ditulis sama mbak Elza, aku jadi semakin yakin kalau bisa jadi MC. Intinya dia bilang yang penting PD, Rileks ma Fokus..

Jadi MC itu gak gampang

Pokoknya abis dikasih tips itu, aku selalu berfikiran positif sama mencoba untuk menggali dan mencari cara agar bisa menjalankan tugas dengan baik dan lancar.

Beberapa kelemahan dalam hal berkomunikasi aku coba identifikasi. Jujur, kalo ngomong di depan orang banyak biasanya aku suka cepet-cepet sama kurang jelas.. wkwk.. (lihat aja Vlogku, pasti sering nemu salah ucap)

Sadar dengan hal itu, akhirnya setelah acara gladi, aku mencoba untuk merevisi “contekan”. Haha..

Pokoknya semua kata-kata yang mau diucapin tak tulis.. wkwk.. (Katrok banget to)

Waktu Acara

Akhirnya, Rapat Anggota Tahunan IKIS 2016 terjadi juga. Dan jantung ini rasanya samakin berdetak dengan kencang. Untung aku ga sampai ngompol ya.. Wkwk..

Perasaan campur aduk, ga tau mau gimana?? Di bilang panik, memang ia. Di bilang tegang, ia juga. Wkwk.. Parahnya lagi, partner aku yang namanya mbak Erna sampai waktu acara sudah mau dimulai belum terlihat dan sepertinya memang belum datang. (piye kui perasaane? opo ora soyo dag-dig-dug).

Show must go on“..

Ya, mungkin itu yang terpikir dalam otakku ketika Wakil Rektor II yang merupakan perwakilan dari universitas telah datang dan menempati tempat yang telah disediakan.  Kan ga lucu dan ga mungkin juga kalo ga jadi ngemsi gara-gara partnernya belum datang.. haha.

Oke, akhirnya aku tanya ke ketua acaranya tentang bagaimana baiknya dan kapan mau dimulai acaranya. Dan akhirnya, karena sudah banyak anggota rapat yang ada di dalam ruangan dan hanya kurang 11 orang untuk memenuhi “Quorum”, maka akhirnya aku diminta untuk memulai dan mengawali dengan acara foto bersama antara para purnakarya dengan Wakil Rektor II.

Setelah aku membuka acara tersebut, mbak erna datang.. haha… Dalam hatiku cuma berkata: “Puji Tuhan, ga jadi ngemsi sendirian.. Wkwk”

Jadi MC

Gaya dikit waktu ngemsi

 

Baca Juga:   Aroma Wangi Liburan Panjang 2018 Semakin Mendekat

Karena sudah ada temannya, ya rasa panik-gugup kayanya udah ga terlalu besar. Jadi aman lah bisa bawain acara sampai akhir, ga pake acara ngompol sama pingsan.. Walaupun masih banyak yang harus diperbaiki dari gaya bicara sama gerak badan.. (aku sadar itu)..  wkwk

Refleksi

  • Aku tidak terbiasa dengan membawakan acara secara formal. Kalau diminta untuk jadi MC lagi, aku lebih nyaman untuk acara yang tidak formal.
  • Gayaku yang lebih suka cengengesan sepertinya memang kurang cocok untuk acara formal.
  • Biasa ngomong di  depan kamera atau biasa buat VLog ternyata bukan jaminan untuk bisa dengan mudah membawakan acara di depan banyak orang.
  • Aku harus belajar komunikasi nech, apalagi kalau untuk bicara di depan banyak orang tua.. haha

Ya, mungkin segitu saja ceritaku tentang pengalaman jadi MC pada saat rapat RAT akhir bulan Maret lalu. Yang pasti, aku salut kepada para MC. Beneran, Jadi MC itu ternyata tidak gampang. Haha..

***

@stchristiono | 2017

No Responses

Write a response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.