Bangun rumah

Akhirnya Kami Telah Melewati 1 Bulan Bersama Di Rumah Sendiri

“Mas, kok lama ga update vlog? Kok lama juga ga ikut kegiatan kopdar? kok kalau pulang kerja selalu ontime?”

Mungkin itu beberapa pertanyaan yang datang kepadaku di penghujung tahun 2017 lalu.

Jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya karena aku dan keluargaku baru saja pindah rumah. Selain itu juga memang di penghujung tahun kami memiliki banyak kegiatan di akhir tahun mulai dari acara natalan, arisan trah, acara keluarga dan juga ada beberapa acara lainnya.

Maskris.co.id – Memiliki tempat tinggal atau rumah sendiri, terpisah dari orang tua sepertinya menjadi mimpi bagi para pasangan yang telah berkeluarga. Ya, begitu pula dengan aku dan istriku.

Setelah pada penghujung tahun 2016 lalu aku memberanikan diri untuk pergi ke Bank dan mengajukan pinjaman untuk membangun gubuk kecil kami, akhirnya di pertengahan tahun 2017 gubuk itu selesai dan pada akhir tahun kami memutuskan untuk mulai menempatinya.

SketchUp

Desain rumah yang aku buat menggunakan skecthup

Proses pembangunan rumah yang kami lakukan berjalan cukup lama, sekitar hampir 5-6 bulanan. Mungkin ada yang bertanya kenapa lama? Ya, karena banyak hal yang mempengaruhi. Namun secara umum ada tiga hal utama yang paling mempengaruhi lama pengerjaan rumah kami.

  1. Kami memilih menggunakan pekerja harian, bukan borongan. Dan hanya menggunakan 3 orang pekerja saja.
  2. Kami membangun rumah di bangunan yang sudah memiliki beberapa kamar alias merenovasi kamar kost.
  3. Menyesuaikan dengan dana yang ada.

Banyak cerita yang kami alami selama proses membangun rumah. Mulai dari menentukan desain sendiri hingga memilih bahan-bahan yang digunakan benar-benar menjadi pengalaman seru dan menarik yang tidak mungkin aku lupakan.

Ini gambar desain rumah yang aku buat sendiri menggunakan software SkecthUp.

desain rumah

Desain rumah yang aku buat menggunakan skecthup

Proses pembuatan rumah yang kami tersebut tidak luput dari dokumentasi kami. Mungkin beberapa foto ini akan menjadi kenanganku dan keluargaku kelak.

Proses Pondasi

Bangun Rumah

Proses Pondasi

Proses Dak

Bangun rumah

Proses Pengedakan

Proses Pemasangan Dinding, Jendela, Pintu dan Atap

bangun rumah

Proses pemasangan dinding, jendela, pintu dan atap

Proses Finishing

Bangun rumah

Proses Finishing

Hingga kini, rumah yang kami bangun mungkin  baru mencapai 70% dari harapan. Masih banyak yang belum dapat diselesaikan karena memang keterbatasan dana. Pintu garasi dan pintu sisi barat belum kami pesan, tangga untuk ke lantai 2 pun belum kami pasang.

Selain itu, dengan banyak pertimbangan dan keterbatasan dana. Proses finishing lantai 2 saat ini belum kami kerjakan. Kami berpikir jika sementara ini dengan usia Aileen dan Keenan yang masih balita, kami merasa cukup memaksimalkan lantai 1 terlebih dahulu sambil mengumpulkan kembali pundi-pundi untuk melanjutkan proses pembangunan rumah ini.

bangun rumah

Rumah kami sementara ini

Walaupun masih banyak kekurangan di sana-sini, kami bersyukur akhirnya pada tanggal 22 Desember 2017 kami bisa resmi menempatinya. Ya, menempati rumah dengan formasi lengkap sebagai bagian dari Keluarga Berencana. wkwk

Tidak terasa, ternyata kami telah melewati waktu 1 bulan menempati tempat tinggal yang baru. Banyak hal baik dan menarik kurasakan selama menempati rumah baru kami ini.

BEBAS DAN TANPA INTERVENSI

Suasana mandiri sebagai keluarga kecil benar-benar nampak dan tergambar dari raut wajahku dan istriku. Bahkan anak-anak kami pun sepertinya merasakan sebuah kebebasan untuk melakukan apa yang diingininya di sini.

pindah rumah

Kamar yang kami tempati sebelum pindah rumah

Pindah dari tempat berukuran 6×4 m ke tempat berukuran 9×9 m benar-benar membuat anak-anak merasa nyaman. Ruang gerak mereka bisa semakin bebas. Keenan yang sedang senang-senangnya menari dan berlari-lari pun merasakan betah di rumah barunya.

pindah rumah

Senyum Aileen-keenan hari pertama di rumah baru

Kebahagiaan rupanya tidak hanya muncul dari raut anak-anak. Kami sebagai orang tua pun merasakan hal yang sama. Di tempat tinggal yang baru kami menjadi lebih leluasa dalam menerapkan aturan main bagi anak. Ya, aturan main itu menurut kami penting karena menentukan bagaimana anak-anak harus kami didik.

Baca Juga:   Baksos Operasi Katarak Gratis Bareng Yayasan Dharmais

Jika masih tinggal bersama orangtua / kakek-nenek / om-tante, kami yakin akan ada banyak intervensi di dalam proses kami menerapkan aturan main.

pindah rumah

Bebas mau apa aja di rumah baru

Ketika sebelumnya kami kerap gagal menetapkan aturan main “MINTA MAAF” (jika anak memang salah dan kami menghukumnya dengan cara tidak mengajak bicara anak hingga ia minta maaf dan mengakui kesalahannya), maka ditempat baru ini hampir semua aturan main berhasil kami terapkan.

Mendidik anak sesuai dengan aturan main yang diterapkan tanpa intervensi dari orang di dekatnya menjadi hal yang benar-benar membuat kami merasa menjadi keluarga kecil yang sebenarnya.

NYAMAN DAN HANGAT

Home sweet Home” mungkin itu pernyataan yang sering aku dengar tentang kenyamanan tinggal di rumah sendiri. Ya, itulah yang kami rasakan.

Pindah rumah

Gaya dulu di depan rumah

Tidak perlu rumah yang besar, bagus dan mewah untuk dapat merasakan kenyamanan tinggal di sebuah rumah. Bahkan ada yang mengatakan, sejelek apapun rumah kita, tetap paling nyaman tinggal di rumah sendiri.

Bukti kenyamanan untuk tinggal di rumah baru kami sangat terlihat dari apa yang diungkapkan oleh Aileen. Ia sering mengatakan suka dengan rumah barunya. Bahkan ia sering melakukan hal-hal yang membuatnya terlihat mandiri dan seperti orang dewasa yang tahu akan tugasnya sebagai seorang kakak.

pindah rumah

Anak-anak sedang sibuk nonton film sambil main

Keenan juga begitu, ia benar-benar nyaman menikmati tinggal di rumah barunya ini. Tingkahnya yang aktif seakan-akan ingin menggambarkan jika di sini merupakan tempatnya bermain. Semua-semua dijajah oleh Keenan, termasuk acara TV yang di sabotase dengan tontonan film Thomas, Tayo, Pokemon, dan pastinya Mc Queens.

pindah rumah

Keenan main mobil tayo

Pokoknya terserah kalian saja nak, yang penting kalian senang dan nyaman.

Perjalanan kami di sini masih panjang dan akan banyak cerita yang dilalui. Semoga tempat tinggal yang baru ini bisa membuat kami semakin produktif dan akhirnya mampu membuat kami menjadi berkah bagi keluarga, sesama dan juga orang-orang di sekitar kami. Amin.

12 Responses

  1. Titin
    January 25, 2018
    • Stephanus Christiono
      January 25, 2018
  2. Adi Pradana
    January 25, 2018
  3. Opickaza
    January 25, 2018
  4. deddyhuang.com
    January 25, 2018
    • Stephanus Christiono
      January 25, 2018
  5. Prima Hapsari
    January 25, 2018
  6. prima
    January 25, 2018
    • Stephanus Christiono
      January 25, 2018

Write a response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.