Pantai Ngobaran: Kenapa Di Atas Pantai Kok Ada Pura?

Setiap pantai itu menarik, namun lebih menarik ketika kita mengetahui sejarah dari pantai tersebut. -maskris @2018

Entah sudah berapa kali aku dan keluarga menghabiskan waktu untuk pegi ke pantai ketika liburan. Memang tidak dapat dipungkiri jika pantai merupakan salah satu tujuan favorit dari keluarga kami, khususnya untuk anak-anak.

Selasa, 20 November 2018 tepat dengan hari libur memperingati Maulid Nabi Muhammad, kami memutuskan untuk pergi plesir ke pantai.

Seperti biasanya, soal pantai mana yang akan kita datangi tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Tujuan itu sambil jalan, yang penting berangkat dulu. Haha..

Akhirnya ketika sudah sampai sekitar stadion Maguwoharjo Sleman, kita memutuskan untuk pergi ke Pantai Ngobaran yang ada di Gunung Kidul.

Perjalanan ke Pantai Ngobaran

Kami berangkat dari rumah yang berada di Jalan Kaliurang km. 13 sekitar pukul 10 pagi. Perjalanan kali ini kami tempuh dalam waktu sekitar 2 jam karena sempat mampir dulu makan di Bakmi Soto & Ayam Goreng Mbah Noto. Pasti tau kan tempat yang satu ini? hehe  

Mbah Noto
Bakmi Soto dan Ayam Goreng Mbah Noto Gunungkidul

Setelah perut terisi, kami melanjutkan perjalanan arah playen mengikuti petunjuk jalan hingga sampai ke pantai Ngobaran pukul 12.30 WIB.

Kalau kamu juga pengen ke Pantai Ngobaran, kamu tidak perlu takut tersesat karena rambu-rambu petunjuk ke lokasi sangatlah mudah. Atau bisa pakai Google Maps seperti pada peta berikut:



Alamat:

Jalan Ngobaran, Ngrenehan, Sapto Sari, Kanigoro, Sapto Sari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55871, Indonesia

Harga Tiket Masuk Pantai Ngobaran

Sebelum ngomongin lebih banyak soal Pantai Ngobaran, aku mau kasih informasi umum soal harga tiket masuk ke kawasan pantai dulu.

Sama seperti kebanyakan pantai yang ada di Yogyakarta, tiket masuk itu ditarik ketika sebelum masuk ke kawasan pantai. Jadi nanti ketika sampai pantai tinggal bayar parkir aja.

Pantai Ngobaran
Tiket masuk pantai Ngobaran

Untuk harga masuk kawasan pantai Ngobaran, Ngerenehan dan Nguyahan ini kami ditarik biaya Rp. 4.500 per orang.

Mungkin ada yang bertanya kenapa gambar di atas tiketnya beda?

Jadi menurutku sih itu cuma kebijakan dari pengelola atau dinas pariwisata provinsi saja, biar ngirit di ongkos cetaknya. Dan ini cukup efektif. Intinya sih sama-sama Rp. 4.500 per orang. Kalau belum yakin monggo dihitung sendiri. wkwk..

Sedangkan untuk parkir kita cuma akan ditarik biaya sekitar Rp. 5.000 untuk mobil dan Rp. 2.000 untuk motor. Kalau Bus tarif parkirnya antara Rp. 10.000 hingga Rp. 20.000.

Kok Ada Pura Di Pantai Ngobaran?

Salah satu hal yang menarik dari pantai ngobaran adalah adanya pura di atas pantai. Bahkan dengan adanya pura tersebut pantai ngobaran menjadi salah satu pantai yang mudah diingat oleh banyak orang.

Pantai Ngobaran
Pura Segara Wukir Pantai Ngobaran

Terus pertanyaannya, Kenapa Ada Pura di Pantai Ngobaran? Ini jogja lho, bukan Bali.

Itu sebenarnya pertanyaanku soal pura di pantai ngobaran. Setelah berpenasaran ria, akhirnya aku menemukan sedikit jawaban dari artikel yang ditulis di blog traveloka.

Menurut artikel di atas ada 2 hal menarik soal pantai ngobaran yang terkait dengan adanya Pura di sini.

Sejarah Pantai Ngobaran

Ternyata sejarah pantai ngobaran itu berkaitan erat dengan kerajaan Hindu-Budha yang sangat terkenal bernama Majapahit. Pasti tahu kan soal kerajaan ini? Itu lho yang Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gadjah Mada. 😀

Baca Juga:   Belajar Food Photography Bareng Harisatu Zakaria di Bakpia Wong Jogja

Kalau pada jaman Raja Hayam Wuruk dan Gadjah Mada terkenal dengan kejayaannya, maka kalau Pantai Ngobaran ini lebih dekat dengan akhir masa kerjaaan majapahit. Tepatnya berkaitan dengan masa Raja Prabu Brawijaya V yang sering disebut sebagai Raja Terakhir Kerajaan Majapahit. (walaupun kalau baca sejarah kerajaan majapahit di Wikipedia, masih ada raja Brawijaya VI dan Patih Udara).

Pantai Ngobaran
Pantai Ngobaran

Singkat cerita, pada saat itu Kerajaan Majapahit di bawah Raja Prabu Brawijaya V sedang diserang oleh Raden Patah dari Kerajaan Demak. Uniknya lagi penyerangan yang dilakukan kerajaan Demak itu dipimpin oleh putra Prabu Brawijaya V.

Karena enggan untuk melawan putranya sendiri, akhirnya Prabu Brawijaya V pun melarikan diri hingga ke Pantai Ngobaran.

Nah, ada cerita katanya nama Pantai Ngobaran sendiri berasal dari ritual dari Prabu Brawijaya V yang melakukan ritual “Moksa” (ritual pembakaran diri sendiri) karena tidak menemukan jalan keluar dari pantai tersebut untuk menghindari dari Raden Patah dan putranya yang menginginkannya untuk mengikuti ajaran Islam.

Oleh karena itu, aku sekarang tahu kenapa ada pura di sana. Puranya juga masih sangat lekat dengan budaya Hindu-Budha.

Keberagaman Budaya di Pantai Ngobaran

Setelah sedikit mengetahui sejarah, aku mau lebih banyak membahas tentang Pura yang ada di sini.

Karena pura itu identik dengan agama Hindu, aku meyakini jika Pantai ngobaran ini cukup kaya akan keberagaman budaya. Hal itu pula yang sempat disebut pada artikel traveloka yang aku baca.

Nuansa Hindu, Budha dan Kejawen sangat kental terasa ketika kita ada di pantai ngobaran ini.

Kok bisa mas?

Jadi gini..

Pantai Ngobaran
Patung Di Pantai Ngobaran

Ketika kita berada di pantai ngobaran, kita akan menemukan banyak prasasti dan patung dewa-dewa khas Hindu-Budha. Selain itu, kita juga akan dengan mudah melihat adanya bangunan Joglo yang merupakan tempat ibadah aliran kejawen.

Di depan joglo itu juga terdapat sebuah kotak batu yang dikenal dengan nama Pura Segara Wukir yang dipercaya sebagai tempat Raja Brawijaya V melakukan ritual Moksa (membakar diri).

Tidak jauh dari kedua tempat itu, kita juga akan menemukan masjid yang cukup unik karena bangunannya menghadap ke selatan bukan ke arah kiblat. Walaupun demikian, penduduk sekitar sudah memberi petunjuk arah kiblat untuk membantu pengunjung yang ingin beribadah.

Pura Pantai Ngobaran
Candi di Pantai Ngobaran

Dari sini aku belajar jika Pantai Ngobaran ini telah mengajarkan bagaimana keberagaman budaya itu bukan menjadi halangan, justru semakin membuat lokasi ini semakin menarik. Bahkan jika kita melihat kondisi masyarakatnya, kita akan merasakan suasana harmonis di antara mereka.

Suasana Pantai Ngobaran

Main ke pantai tapi ga bahas soal kondisi dan suasana pantainya itu kaya kurang elok. Wkwk.

Menurutku, Pantai Ngobaran ini bersih dan sangat menarik untuk dikunjungi. Bahkan pinggir pantainya cukup asik untuk tempat bermain anak.

Pantai Ngobaran
Anak-anak main di Pantai Ngobaran

Batuan akibat abrasi membuat banyak cekungan air yang bisa digunakan oleh anak-anak berendam di air tanpa takut terkena ombak pantai yang besar. Selain itu, kita juga dapat melihat biota laut seperti rumput laut, ikan bahkan ubur-ubur di sini.

Walaupun demikian, aku hanya menyarankan agar tetap berhati-hati ketika bermain dan akan turun ke pinggir pantai. Batu karangnya besar dan tajam lho.. Hehe..

Fasilitas di Pantai Ngobaran

Jika sebelumnya aku sedikit membahas tentang sejarah, adanya pura dan budaya di pantai Ngobaran, maka sekarang aku mau coba mengulas singkat tentang fasilitas yang ada di Pantai Ngobaran.

Baca Juga:   Kamu Bukan Pantai Parangtritis Yang Dulu Aku Kenal
Pantai Ngobaran
Beberapa Spot Foto Di Pantai Ngobaran

Kenapa kok singkat? Ya karena fasilitas yang ada ga terlalu banyak bedanya dengan objek wisata lain. Fasilitas umum seperti tempat parkir, kamar mandi, tempat souvenir dan juga spot foto ada di sini.

Pantai Ngobaran
Fasilitas Pantai Ngobaran

Yang banyak membedakan ya itu, adanya bangunan bernuansa Hindu-Budha yang berdiri kokoh di atas batu karang.

***

Udah akh nulisnya, takutnya malah ngebosenin dan semakin ngalor-ngidul ga karuan.. Ternyata ngomongin sejarah itu berat Kapten.. Kepalaku sampai oleng nih.. wkwk

Ya akhirnya cuma bisa bilang, mungkin itu sedikit ceritaku tentang Pantai Ngobaran dan sedikit jawaban Kenapa Di Atas Pantai Kok Ada Pura. Hidup itu ga perlu gontok-gontokan, beda pilihan itu biasa. Dengan keberagaman kita akan semakin kaya.

Semoga bisa bermanfaat.

2 thoughts on “Pantai Ngobaran: Kenapa Di Atas Pantai Kok Ada Pura?

  1. Ane blom sempet main sampai pantai itu e..
    Baru tahu kalau prabu braiwjaya lari ke pantai ngobaran. Berrti setiap ada candi atau bangunan seperti itu pasti ada sejarah dibalik layar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.