Plesiran Ke Pantai Ngeden Gunungkidul

Gunungkidul tidak pernah kehabisan pantai yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya PANTAI NGEDEN

Pantai Ngeden

Mau lagi ada uang atau tidak, ketika tanggal muda atau tanggal tua yang penting plesir. Ya, mungkin itu yang biasa keluarga kami lakukan. Pergi plesir ke objek wisata alam bareng-bareng lebih penting dibandingkan dengan belanja dan main ke Mall.

***

Acara Dadakan

Hari minggu pertama di bulan maret 2018 akhirnya kembali membawa kami melaju untuk mencari destinasi pantai baru di Yogyakarta.

Dadakan dan tanpa rencana. Hanya ajakan spontan dari Dedi (Pakde Adi/Ayah El) yang membuat kami akhirnya memutuskan untuk pergi berlibur ke pantai hari ini. Kali ini tujuan kami adalah Pantai Ngeden atau banyak yang menyebutnya dengan nama Pantai Ngedan.

Pantai Ngeden
Foto di Pantai Ngeden (dok pri)

Entah mengapa kami meyakini jika acara plesir dadakan dan spontan pergi bersama itu selalu membuat hari lebih berarti. Lebih menegangkan dan banyak meninggalkan kesan mendalam di kemudian hari.

Bahkan jika aku tanya ke Dedi apakah dia tahu pantai tujuan kita hari ini? Dia pasti akan mengatakan belum pernah ke sana, cuma tahu lewat google dan katanya bagus. Oke fine.. Artinya memang belum ada satupun anggota keluarga kami pernah ada yang tahu lokasi dari pantai Ngeden. Satu-satunya penunjuk jalan yang kami andalkan adalah Google Map.

Menjelang pukul 11 siang, mobil kami keluar dari halaman rumah dan melaju menyusuri desa menuju arah gunung kidul. Ya, berdasarkan peta, lokasi pantai ngeden ada di dusun Bedalo, desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari, kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Jika mau mengikuti jalur kami, maka ikutilah jalur ke arah air terjun srigetuk atau arah goa maria tritis. Ikuti saja petunjuk dan jangan lupa nyalakan GPS yang di arahkan ke titik koordinat -8.116554,110.496311

Tidak perlu takut kesasar kalau plesir dadakan. Banyak warga baik yang akan membantu kok. Warga desa di Jogja itu tetep istimewa dan santun, jadi kita tidak perlu khawatir. Haha.

Tiba di Pantai

Perjalanan panjang yang cukup melelahkan melewati jalan berkelok, lebar dan mulai menyempit ketika mendekati pantai akhirnya kami selesaikan.Β Sekiranya jam dua siang kami tiba di pantai ngeden.

Sebagai informasi saja. Sebelum masuk pantai kita akan ditarik retribusi sebesar Rp. 5.000 per orang.

Pantai Ngeden
Memandang laut lepas di atas karang pantai ngeden

Pertama kali melihat pantai ngeden, aku menganggap jika pantai yang satu ini tidak terlalu besar dan luas bahkan mirip dengan pantai yang namanya Pantai Ngitun yang sudah pernah kami datangi beberapa tahun lalu. Setelah melihat dari atas tebing, rupanya anggapanku salah. Wkwk

Ciri khas pasir putih pantai gunungkidul tetap melekat pada pantai ini. Namun sayang, banyak sampah berserakan di atas pasir ketika kami datang hari ini. Menurut salah seorang yang bekerja di pantai ngeden, sampah yang ada di bibir pantai berasal dari sampah sungai yang terbawa air ketika hujan deras melanda daerah Saptosari.

Pantai Ngeden
Sampah di Pantai Ngeden (dok pri)

Oke aku anggap masalah sampah di pantai mungkin ada karena kejadian conditional, hal tersebut cukup jelas dapat dibuktikan dengan larangan yang ada di tangga turun menuju pantai tentang dilarang membuang sampah sembarangan.

Pantai Ngeden
Larangan buang sampah di pantai Ngeden (dok pri)

Situasi dan Fasilitas Pantai Ngeden

Selain memiliki pasir putih, pantai ngeden punya banyak karang yang cantik dan eksotis. Di atas karang yang ada di bibir pantai biasanya dihiasi oleh banyak biota laut seperti ikan, bintang laut, rumput laut hingga bulu babi. Makanya, ada baiknya kita pakai alas kaki jika ingin selamat bermain di dekat deburan ombak dan karang yang ada di sana.

Baca Juga:   Ngadem Dadakan Di Hutan Pinussari Mangunan
Pantai Ngeden
Biota laut di Pantai Ngeden (dok pri)

Banyak fasilitas umum yang bisa kita dapatkan di sini. Toilet, tempat parkir, tempat makan dan pendopo bisa kita temukan di sekitar pantai ini. Tepatnya di bagian dekat tangga masuk dan atas pantai.

Ketika aku menyusuri jalan di bagian atas tebing pantai, aku melihat ada salah satu bangunan yang menarik. Bentuknya seperti bungalow atau villa kecil di atas bukit. Terkesan ekslusif. Sayang, hingga kami pulang, kami tidak tahu bangunan itu apa dan milik siapa. Apakah milik perorangan atau mungkin dapat di sewakan.

Pantai Ngeden
Villa di atas bukit pantai Ngeden (dok pri)

Tidak banyak cerita dan kesan dari pantai ini yang dapat kutulis. Hanya kesan tentang kepuasan anak-anak ketika sedang bermain di air dan pasir di pinggir pantai. Ya, puas karena mereka betah bermain di pantai ini, Keenan bahkan tidak mau pulang karena asyik dan menikmati apa yang sedang dilakukannya di sana.

Pantai Ngeden
Keenan, Aileen dan Rafael main di pantai ngeden

Pulang

Sore telah memanggil. Matahari mulai turun mendekati senja. Sekitar jam 4 sore kami memutuskan untuk meninggalkan pantai dan kembali ke kota untuk sejenak mampir ke kedai makan soto & ayam goreng Mbah Noto yang terkenal seantero gunungkidul untuk mengisi perut sebelum akhirnya kami melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.

Mbah Noto
Bakmi Soto dan Ayam Goreng Mbah Noto Gunungkidul

***

Plesir ke pantai selalu menarik bagi keluarga kami. Entah mengapa, pantai selalu menjadi objek wisata dadakan ketika kami butuh berlibur. Menikmati perjalanan panjang dengan cerita, saling ledek dan guyonan selalu mengisi plesiran dadakan kami.

Ya, kami hanya butuh waktu bersama untuk menghabiskan hari. Walaupun kadang hanya membutuhkan uang untuk mengisi bahan bakar kendaraan, namun kami bahagia. Sederhana namun tetap bermakna. Itulah quality time keluarga kami.

Pantai Ngeden
Quality time di pantai Ngeden ala kami

Mungkin teman-teman tertarik untuk datang ke pantai ngeden dan butuh informasi lebih lanjut tentang hal-hal terkait dengan pantai ini. Aku selalu membukakan kotak komentar untuk teman-teman dan tamuku. Aku akan berusaha menjawab pertanyaan sebatas apa yang ku ketahui. Semoga tulisanku ini membantu dan memberikan pencerahan buat teman-teman semua.

Jika penasaran dengan Pantai Ngeden, silakan jangan lupa buka YouTube di kemudian hari. Siapa tahu nemu vlogku ketika sedang ada di pantai ngeden. Yang pasti belum sekarang aku upload videonya, karena belum sempat aku edit. Hehe

Salam plesir pantai. Salam pesona Indonesia.

10 thoughts on “Plesiran Ke Pantai Ngeden Gunungkidul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.