Belajar Food Photography Bareng Harisatu Zakaria di Bakpia Wong Jogja

Menjadi seorang food photographer itu ternyata tidaklah mudah. Diperlukan passion dan kerjasama yang baik dengan orang lain. Karena “Food Photography adalah Tim“. Itulah poin penting yang aku dapatkan ketika mengikuti workshop Food Photography bareng Harisatu Zakaria di Bakpia Wong Jogja.

***

Sebagai seorang penikmat foto, aku seringkali merasa jika aplikasi Instagram telah berhasil membuatku lebih menikmati hidup dan bisa membuang rasa jenuh akan pekerjaan yang sering kali datang melanda.

Instagram @maskriscoid
Instagram @maskriscoid

Hampir setiap hari aku menyempatkan waktu untuk membuka aplikasi Instagram. Walaupun sebenarnya belum tentu aku mengunggah foto di akun instagram @stchristiono dan @maskriscoid. Namun itulah kenyataannya. Jempol tanganku ini rasanya selalu ingin menekan tombol “like” untuk foto-foto menarik yang aku lihat.

Instagram mampu memanjakan mataku dengan foto-foto menarik dan cantik. Foto tersebut bahkan mampu membuka sudut pandang baru akan luasnya dunia melalui suatu foto. Foto kuliner, foto pemandangan, foto portrait menjadi beberapa jenis foto yang selalu membuatku tertarik.

Cara pengambilan foto dari sudut yang tidak biasa sering kali membuatku kagum. Tidak jarang aku merasa jika foto yang ada di sana tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Ya, kejelian dari sang fotografer mampu membuat foto biasa menjadi luar biasa.

Ingin rasanya bisa membuat foto biasa menjadi luar biasa dan membuat banyak orang menjadi tertarik dan suka dengan hasil karya kita.

Undangan Workshop Food Photography Bakpia Wong Jogja

Kamis sore di penghujung bulan Mei tahun 2018 aku beruntung karena bisa ikut dalam acara workshop food photography yang diadakan di Bakpia Wong Jogja. Lagi-lagi acara ini dilakukan bareng komunitas blogger jogja.

Workshop kali ini seakan membukakan jalanku untuk bisa membuat foto biasa menjadi terlihat luar biasa seperti keinginanku sebelumnya.

Berdasarkan undangan yang aku terima, acara workshop akan mulai pada pukul 15.30 WIB. Melihat waktu tersebut, aku sudah pasti akan sampai lokasi terlambat karena aku sendiri baru pulang kerja pukul 15.30 WIB.

Lokasi Bakpia Wong Jogja yang berada di Jl. HOS Cokroaminoto No.149,  Tegalrejo (dekat pasar klithikan kuncen) aku perkirakan dapat di tempuh dalam waktu 30 menit perjalanan. Ternyata benar, sekitar pukul 16.00 WIB aku tiba di outlet milik Baim Wong tersebut.

Bakpia Wong Jogja
Bakpia Wong Jogja (dok pri)

Setibanya di lokasi, teman-teman blogger jogja sudah berkumpul sambil menunggu acara workshop dibuka. Walaupun sebenarnya aku datang terlambat, acara utama yang di isi oleh Chef Harisatu Zakaria, salah seorang Food Photographer dan juga Food Stylist ternyata belum dimulai.

Pengenalan Food Photography

Tidak berselang lama setelah aku datang, acara pun di mulai. Perwakilan dari Bakpia Wong Jogja membuka acara dan selanjutnya diberikan kepada Chef Harisatu Zakaria selaku pemateri utama.

Harisatu Zakaria
Chef Harisatu Zakaria (dok pri)

Banyak hal baru yang aku peroleh mengenai fotografi di sini.

Terkait dengan food photography, rupanya memiliki syarat utama yaitu membuat orang lebih berselera makan. Artinya, kita harus bisa menghasilkan foto yang membuat orang menjadi tertarik untuk mencoba makanan yang kita foto.

Baca Juga:   Plesiran Ke Pantai Ngeden Gunungkidul

Kalau ada yang tanya: “Gampang ga cara membuat foto seperti itu?”

Aku jawab langsung: “Ga gampang…”

Food Photography adalah Tim

Untuk dapat membuat foto yang orang membuat orang lebih berselera makan ternyata membutuhkan passion dan juga tim yang terdiri dari Food Stylist/Props Stylist dan juga Food Photographer.

Food Stylist nantinya bertugas untuk menata dan menghias makanan agar terlihat lebih menarik dan menggoda, sedangkan Food Photographer yang bertugas untuk mengabadikan objek makanan, menata cahaya, menonjolkan hasil penataan food stylist, agar terlihat menarik menggunakan kamera.

Kemarin Chef Harisatu Zakaria sempat tanya, kamu pilih menjadi Food Stylist atau Food Photographer? nah, sekarang aku jawab chef.. Aku sendiri lebih memilih sebagai seorang Food Photographer saja daripada menjadi Food Stylist. Karena aku ga terlalu pandai menyusun dan menata makanan. haha..

Jenis Food Photography

Buat yang belum tahu, ternyata jenis Food Photography itu banyak. Nah, ini jenis-jenis food photography yang perlu kamu ketahui.

PHOTO SHOT/CLEAR SHOT

Food Photography
PhotoShoot/Clear Shoot (dok @harisatu_zakaria)

EDITORIAL

Food Photography
Editorial Food Photography (dok @harisatu_zakaria)

STOCK PHOTO

Food Photography
Stock Photo – Food Photography (dok @harisatu_zakaria)

Tren Food Photography

Setelah selesai menjelaskan jenis-jenis Food Photography, Chef Harisatu Zakaria melanjutkan penjelasannya mengenai Tren Food Photography.

Ternyata tren Food Photography itu cukup simple yaitu “Kekinian/Hits“. Artinya tren food photography yang akan terus berkembang menuntut pelaku food photography untuk mengikuti tren yang ada agar tidak ketinggalan zaman.

Jadi jangan pernah berfikir bisa menjadi food photographer yang banyak di minati pasar jika kita tidak bisa mengikuti tren.

Ada dua jenis tren Food Photography yang sedang hits saat ini.

FLATLAYS 

Jenis ini merupakan gaya foto yang diambil dari posisi atas (top angel). Contohnya mungkin seperti fotoku di bawah.

Tjokro Style Yogyakarta, Hotel Unik Yang Penuh Gaya
Menu makanan di Tjokro Style

LIFE STYLE

Nah kalau yang satu ini meripakan gaya foto yang menggunakan unsur diluar objek makanan di dalam satu frame foto. Jadi pastikan kamu memilih talend yang menarik.

Contoh foto gaya life style seperti ini ya. Tangan talend nya ciamik kan.. wkwk…

Teknik Food Photography

Nah, kali ini bagian yang lumayan banyak menyita perhatianku selama workshop.

Berhubung sebelumnya aku sudah mengatakan jika lebih memilih menjadi food photographer daripada food stylist, maka teknik pengambilan foto menjadi salah satu hal yang penting.

Namun jika kamu belum mengerti dasar dari fotografi sepertinya kamu akan sedikit kesulitan untuk memahami teknik yang biasanya dilakukan oleh para profesional food photographer. Jadi mungkin teman-teman bisa mencoba belajar atau mencari tahu sendiri bagaimana mengambil foto dengan menggunakan mode manual.

Secara umum, teknik food photography dipengaruhi oleh banyak hal seperti:

  • Alat apa yang digunakan (kamera, lensa, lighting)
  • Arah cahaya (arah jam 12, Jam 9 dan jam 3)
  • Segitiga Exposure (ISO, Arperture dan Shutter Speed)
  • Angle / Sudut pandang pengambilan foto (<45 derajat, 45 derajat, > 45 derajat dan 90 derajat/top angle)
  • Komposisi objek foto
  • Rule Of Third
  • Food Styling (penataan makanan)

Tips Food Photography

Di akhir penjelasan sebelum praktek, Chef Harisatu Zakaria memberikan sedikit tips mengenai Food Photography.

Layaknya Captain Tsubasa yang menjadikan bola sebagai teman, maka kita juga perlu menjadikan makanan yang akan kita foto sebagai teman. Jadi kenali dan pelajarilah tentang makanan yang akan kita foto. Baik dari jenis makanan, asal makanan, bahan, cara pengolahan hingga cocok dimakan di saat seperti apa makanan tersebut.

Berikut ini contoh/tips yang bisa dilakukan ketika akan melakukan food photography:

Baca Juga:   Kamu Bukan Pantai Parangtritis Yang Dulu Aku Kenal

Konsep

  • Konsep merupakan elemen terpenting yang mendasari komposisi dari makanan.

Background

  • Gunakan Alas foto dan backround yang sesuai
  • Jangan memberikan latar belakang terlalu ramai dan mengganggu.
  • Warna background juga sangat berpengaruh terhadap persepsi dari foto makanan yang dihasilkan.

Format

  • Dimensi pengambilan foto horizontal atau vertical.

Angle

  • Memahami angle terbaik makanan
  • Menempatkan komposisi sesuai angle kamera

Pattern/shape

  • Pahami betuk makanan, piring, dan komponen property lainnya
  • Penataan yang paling sering digunakan Zigzag/pola S, Triangle, line cut

Objek Utama/Point Interest

  • Objek utama yang akan ditonjolkan
  • Putar‐putar cari sisi terbaik dari makanan.

Warna

  • Warna merupakan element terpenting setelah cahaya

Leveling

  • Mengombinasikan tinggi rendah dari penataan

Garnish/penghias

  • Garnish adalah hiasan yang terdapat dalam makanan yang berguna mempercantik
    makanan yang ada diplate.

Condiment

  • Condiment adalah hiasan berupa makanan/bahan makanan yang terdapat di sekeliling objek utama yang mendukung terciptanya persepsi dari ojek utama tersebut.

Property

  • Property adalah hiasan yang bukan berupa makanan yang terdapat disekeliling objek utama yang persepsi dari objek utama tersebut

Praktek Food Photography Bakpia Wong Jogja

Setelah penjelasan umum mengenai food photography dari Chef Harisatu Zakaria, akhirnya kita praktek juga. Objek foto yang kami gunakan adalah Bakpia Wong Jogja.

Chef Harisatu Zakaria mulai mengajarkan kita caranya menata, kemudian memberikan contoh pengambilan foto. Dan inilah beberapa hasil dari praktek food photography bakpia wong jogja yang berasal dari jepretanku.

 

Jangan di ejek ya, karena memang aku cuma tinggal cari angle dan pencet tombol shutter. Sedangkan yang menata kebanyakan adalah chef Harisatu Zakaria dan teman-teman blogger lainnya. Hehe..

Kontak Bakpia Wong Jogja

Berhubung aku belum tahu banyak mengenai produk bakpia wong jogja, maka aku ga akan bahas banyak soal bakpia yang dimiliki oleh Baim Wong ini. Takut salah malah repot. haha.. (kode biar kalau ada event diundang lagi)

Aku mau kasih info kontaknya saja, siapa tau ada yang baca artikel ini terus tertarik dan tergoda untuk mencoba bakpia wong jogja.

Alamat:

Jl. HOS Cokroaminoto No.149, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55244

Peta Lokasi:

Jam buka: 08.00 – 20.00

Telepon: 0811-2655-282

Sosial Media:

***

Kalau kamu yang sudah pernah mencoba bakpia wong jogja, kira-kira bakpia rasa apa yang paling kamu sukai? aku sih yang Kumbu Hitam saja.. Hehe

Oke, mungkin itu sedikit informasi dan ceritaku ketika belajar food photography bareng Chef Harisatu Zakaria di Bakpia Wong Jogja bisa membantu dan bermanfaat.

– Bakpia Wong Jogja #enakeraisolali –

28 thoughts on “Belajar Food Photography Bareng Harisatu Zakaria di Bakpia Wong Jogja

    1. Haha.. karena belum kenal, maka kenalan aja mbak.. hehe.. Memang kalau photography ga kenalan dulu susah, karena banyak istilah umum yang memang harus diketahui, biar kalau ada workshop kita ga Zonk..

      Itu pengalaman beberapa tahun lalu ketika pertama kali belajar motret.. Jadi curhat.. wkwk

  1. Kemarin aku ditanya temenku pakai kamera apa kok fotonya cakep. Terus aku bilang ini belajar tekniknya juga, bukan hanya kameranya. Hoho.kamera dan lensa bagus memang penting, tapi belajar teknik juga penting ternyata

    1. Setuju banget mbak.. kalau photography itu aku selalu mikir kalau semuanya balik ke man behind the gun.. Apalagi sekarang, kamera banyak yang udah canggih, tapi settingnya Auto.. kan rasanya gimana gitu.. hehe

  2. Itu daftar isi apa e? Materinya? Aku dibelakang nggak kelihatan & udah remang2 juga. Fotomu bagus2 deh. Ini kalau ada ujiannya tak kasih nilai 10. Wkwkwk

    1. Haha.. daftar isi artikel tulisan aja mbak.. soale mau buat daftar isi buku belum kelakon-kelakon.. wkwk..
      Besok lagi kalau ada acara berati harus duduk paling depan mbak, biar ga remang-remang lagi.. 😀

  3. Berguna banget ni mas…soalnya selama ini aku klo ambil foto…asal jepret aja seringnya.. bagian nata2 itu aku yang nggak bisa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.